JEMBER - Orang kaya lazim punya dokter langganan. Tinggal menelepon, dokter datang. Kini, menurut Wakil Ketua DPRD Jember Fatmawati, layanan seperti itu juga bisa dirasakan warga miskin. Bedanya, semuanya gratis.
"Bila orang kaya banyak yang punya dokter pribadi, maka kini warga miskin juga punya dokter pribadi yang bisa datang langsung ke rumah untuk melayani masalah kesehatan," ujar politisi Partai NasDem itu, Sabtu (26/7/2026).
Bukan hanya dokternya. Kendaraan yang mengantar tenaga kesehatan pun tidak dipungut biaya. "Kalau orang kaya, meski punya dokter dan kendaraan pribadi, tetap harus mengeluarkan biaya. Kalau home care untuk warga miskin, semuanya gratis, baik dokternya maupun kendaraannya," katanya.
Karena itu, Fatmawati menyatakan mendukung penuh program Home Care yang diluncurkan Bupati Jember Muhammad Fawait. Menurutnya, kebijakan tersebut menyentuh persoalan yang selama ini kerap luput dari perhatian.
Selama ini, kata dia, akses layanan kesehatan bukan semata soal biaya pengobatan. Banyak warga memang sudah terlindungi melalui program Universal Health Coverage (UHC). Namun, persoalan lain tetap membayangi. Transportasi. Biaya makan selama menjaga pasien. Hingga tidak adanya anggota keluarga yang bisa mengantar ke rumah sakit.
"Walaupun biaya rumah sakit sudah di-cover UHC, warga miskin tetap terkendala ongkos transportasi, biaya makan di rumah sakit, serta siapa yang mengantar," ungkapnya.
Pengalaman itu pula yang membuat Fatmawati memahami persoalan tersebut. Terlebih, sebelumnya ia bertugas di Komisi D DPRD Jember yang membidangi kesehatan.
Ia mengaku kerap menerima keluhan masyarakat yang kesulitan berobat bukan karena biaya medis, melainkan karena ongkos menuju fasilitas kesehatan. Karena itulah, program Home Care dinilai menjadi solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
"Alhamdulillah, adanya Home Care memberi kemudahan dan solusi berobat bagi masyarakat kurang mampu. Langkah Gus Fawait ini benar-benar membantu dan menjawab suara hati masyarakat," ujarnya.
Melalui layanan itu, warga cukup menghubungi nomor layanan Home Care yang telah disediakan pemerintah. Setelah laporan diterima, dokter akan datang langsung ke rumah pasien untuk memberikan pelayanan kesehatan.
"Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Gus Bupati Fawait atas program Home Care ini. Semoga berjalan lancar dan terus menjadi solusi bagi masyarakat Jember," tegasnya.
Dukungan terhadap program tersebut ternyata tidak hanya datang dari DPRD. Kementerian Kesehatan RI juga memberikan apresiasi.
Saat berkunjung ke Jember pada Jumat (24/7/2026), Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), menilai Home Care sebagai terobosan yang layak menjadi contoh bagi daerah lain.
Menurut Benjamin, luas wilayah Jember yang mencapai sekitar enam kali luas DKI Jakarta menjadi tantangan besar dalam pemerataan akses layanan kesehatan.
"Kami sangat kagum karena ini merupakan terobosan baru. Di Indonesia, layanan kesehatan dianggap bagus jika lokasinya dekat. Ternyata Jember wilayahnya sangat luas. Banyak masyarakat tidak punya ongkos ke fasilitas kesehatan meski sudah terlindungi penjaminan. Maka Pak Bupati membuat terobosan Home Care, yang tidak mampu dijemput, yang sakit didatangi," ujarnya.
Program tersebut menjadi salah satu strategi Pemkab Jember untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan yang selama ini masih menghadapi hambatan geografis maupun ekonomi. (*)