Gerakan Gemar Makan Ikan di Jangkar, 1.200 Ikan Disantap Warga Situbondo

Gerakan Gemar Makan Ikan di Jangkar, 1.200 Ikan Disantap Warga Situbondo

SITUBONDO – Suasana semarak terasa di Kedai Siring Jangkar, Kecamatan Jangkar, Jumat (11/9/2026) malam. Warga dari berbagai desa berkumpul dan makan ikan bersama.

Sebanyak 1.200 ekor ikan disiapkan panitia dalam deklarasi Gerakan Gemar Makan Ikan yang menjadi bagian dari Resepsi HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kecamatan Jangkar.

Kegiatan berlangsung meriah setelah masyarakat mengikuti Burdah Laut, salah satu rangkaian Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi). Nuansa pesisir semakin terasa karena kegiatan digelar di kawasan Kedai Siring yang menjadi salah satu lokasi yang ingin dikenalkan sebagai bagian dari potensi wisata Jangkar.

Tak hanya menjadi ajang makan bersama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat identitas Jangkar sebagai kecamatan pantai dan pelabuhan.

Camat Jangkar Lina Yuriyana Soeherman mengatakan, pemilihan Kedai Siring sebagai lokasi resepsi bukan tanpa alasan. Pemerintah kecamatan ingin memperkenalkan potensi Jangkar secara lebih luas kepada masyarakat di luar wilayah tersebut.

"Kami ingin memperkenalkan lebih luas kepada masyarakat betapa indahnya potensi Kecamatan Jangkar yang terus digali oleh kita sendiri," kata Lina.

Menurut dia, Jangkar memiliki karakter kuat sebagai wilayah pantai dan pelabuhan. Potensi tersebut perlu terus dirawat dan dikembangkan dengan melibatkan masyarakat.

"Hari ini kami deklarasikan Gemar Makan Ikan dan panitia sudah menyiapkan 1.200 ekor ikan untuk dimakan bersama-sama masyarakat Jangkar," ujarnya.

Bagi Lina, makan ikan bersama bukan sekadar seremoni. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mengangkat potensi hasil laut yang lekat dengan kehidupan masyarakat Jangkar.

"Di kawasan yang memiliki pantai dan pelabuhan, ikan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," jelasnya.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur. Mulai jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka), delapan kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga masyarakat Jangkar.

Rangkaian kegiatan HUT RI di Kecamatan Jangkar juga menarik karena tidak mengandalkan anggaran pemerintah semata. Lina menyebut biaya yang dikeluarkan juga berasal dari sumbangan lintas sektor dan masyarakat Jangkar.

Semangat gotong royong itu menjadi salah satu kekuatan untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

"Kami atas nama panitia Kecamatan Jangkar mengucapkan banyak terima kasih atas seluruh bantuan, support kepada kami semua sehingga pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan sukses dan lancar," tuturnya.

Siapkan Film tentang Jangkar

Semangat gotong royong tersebut juga akan dibawa dalam program berikutnya. Lina mengungkapkan rencana membuat film yang mengangkat kehidupan masyarakat Jangkar.

Film tersebut ditargetkan mulai dibuat bulan depan. Warga Jangkar akan menjadi aktor dan aktris sekaligus terlibat dalam proses produksinya.

"Insya Allah bulan depan kita semua akan buat film. Aktor dan aktrisnya adalah kita semua, harus orang Jangkar semua. Kita akan menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat Jangkar sehari-hari," kata Lina.

Melalui film tersebut, Lina ingin menunjukkan Jangkar dari sudut pandang masyarakatnya sendiri. Kehidupan warga, potensi pantai, hingga karakter Jangkar sebagai wilayah pelabuhan akan menjadi bagian dari cerita yang diperkenalkan.

Pembuatan film itu pun dirancang tanpa anggaran khusus atau Rp0, dengan mengandalkan kreativitas dan gotong royong masyarakat.

"Kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita selalu semangat di mana pun, kapan pun. Kita berharap Jangkar menjadi kecamatan yang terbaik di Kabupaten Situbondo," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index