JEMBER - Seorang tukang becak di kawasan Sumbersari, tampak duduk menunggu pelanggan di pinggir jalan. Sejak pagi, becaknya sudah siap mengantar siapa saja yang membutuhkan. Namun, pelanggan tidak selalu datang setiap saat.
Di tengah waktu menunggu itulah, sebuah kotak nasi Jumat Berkah datang. Bukan sesuatu yang mewah, tetapi cukup untuk menjadi bekal makan setelah beberapa jam menunggu penumpang.
Pemandangan seperti itu kembali ditemui tim Jumat Berkah yang digelar anggota DPR RI H Charles Meikyansah bersama Wakil Ketua DPRD Jember Fatmawati dan suaminya, Dannis Barlie Halim, Jumat (14/8/2026).
Setiap Jumat, sedikitnya 400 nasi kotak dibagikan kepada warga di berbagai wilayah Kabupaten Jember. Sasarannya tidak ditentukan hanya berdasarkan tempat, tetapi juga siapa saja yang ditemui dan dinilai membutuhkan.
Mulai tukang becak, pekerja bangunan, pedagang kaki lima, petugas polisi maupun TNI yang sedang berjaga, jemaah masjid, warga duafa, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Pekan ini, tim menyasar warga di Kecamatan Silo, Kalisat, dan Sumbersari. Pekan sebelumnya, pembagian dilakukan di Sumbersari, Ledokombo dan Sumberjambe.
Lokasinya terus berpindah. Namun, semangatnya tetap sama: memperluas jangkauan agar semakin banyak warga merasakan manfaat.
Fatmawati mengatakan, turun langsung ke lapangan membuat timnya selalu menemukan potret kehidupan masyarakat yang berbeda setiap pekan. Salah satunya adalah para tukang becak yang harus menghabiskan waktu berjam-jam menunggu pelanggan demi mendapatkan penghasilan.
“Setiap Jumat kami selalu menemukan cerita-cerita baru di tengah masyarakat. Ada yang sedang bekerja, ada yang sedang menunggu pelanggan, dan ada masyarakat yang memang membutuhkan perhatian. Dari situ kami semakin menyadari bahwa masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan,” ujar Fatmawati.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi alasan pembagian tidak hanya dilakukan di satu titik. Tim dibagi ke sejumlah wilayah agar nasi yang disiapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Mereka mendatangi warga secara langsung, baik di rumah maupun lokasi tempat mereka bekerja dan beraktivitas.
Dengan cara itu, penerima manfaat tidak harus datang mencari bantuan. Justru tim yang mendatangi mereka.
Program Jumat Berkah tersebut sebenarnya berawal dari kebiasaan sederhana keluarga Haji Kamil Gunawan. Awalnya, makanan dibagikan kepada jemaah masjid di sekitar kediaman keluarga di Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat.
Kebiasaan itu kemudian berkembang menjadi gerakan sosial yang dilakukan secara rutin setiap pekan.
Fatmawati mengatakan, masjid-masjid di sekitar rumah keluarganya menjadi inspirasi lahirnya kegiatan tersebut. Dari lingkungan terdekat, gerakan kemudian diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di kecamatan lain.
“Masjid-masjid di sekitar rumah kami di Desa Gambiran menjadi inspirasi lahirnya program sosial ini. Kami berharap kegiatan ini bisa terus istiqamah dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Program tersebut kini menjadi agenda rutin keluarga Haji Kamil Gunawan. Setiap Jumat, tim bergerak ke lokasi yang berbeda.
Sejumlah wilayah telah disambangi, di antaranya Sumbersari, Kaliwates, Patrang, Kalisat, Pakusari, Silo, Ledokombo, Jelbuk, Sumberjambe, hingga Mayang. Ke depan, kegiatan serupa ditargetkan menjangkau 31 kecamatan di Kabupaten Jember.
Target itu membuat Jumat Berkah bukan lagi sekadar kegiatan berbagi makanan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Ia mulai menjadi perjalanan dari satu wilayah ke wilayah lain untuk menemukan mereka yang membutuhkan.
Ada pekerja bangunan yang tetap bekerja di bawah terik matahari. Ada pedagang kaki lima yang menunggu pembeli. Ada pengemudi becak yang berharap satu-dua pelanggan datang. Ada pula petugas yang tetap berada di pos ketika sebagian warga menikmati waktu istirahat.
Dari satu Jumat ke Jumat berikutnya, nasi kotak itu terus bergulir. Berpindah dari satu tangan ke tangan lain, dari satu kecamatan ke kecamatan berikutnya. Sementara manfaatnya, diharapkan terus mengalir. (*)